Pre - Nursery (2 years old - 3 years old)

Kemandirian dan Perawatan Diri

Di tahap ini, kami sangat mendukung keinginan anak untuk melakukan berbagai hal sendiri menggunakan keterampilan motorik kasar dan halus mereka, misalnya mengatur kancing dan ritsleting, serta menuangkan minuman secara mandiri. Ini juga merupakan masa yang penting di mana kami bekerja sama dengan orang tua untuk memandu anak belajar menggunakan toilet dengan bantuan, dan kemudian secara mandiri.

Sosialisasi dan Mengelola Emosi

Usia ini adalah masa yang indah di mana anak-anak mulai membangun persahabatan dengan anak-anak lain. Kami membimbing mereka untuk mulai menunjukkan 'kontrol diri', seperti belajar menunggu giliran dan menahan dorongan kuat untuk merebut apa yang mereka inginkan atau mendorong teman mereka. Pendidik kami juga membantu mereka mengenali emosi dengan berbicara tentang perasaan mereka dengan cara yang lebih terperinci, seperti "Aku sedih karena..." atau "Aku suka saat...".

Eksplorasi Fisik dan Koordinasi Tubuh yang Lebih Baik

Untuk menyalurkan energi mereka yang luar biasa, lingkungan kami memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berputar, berguling, dan secara mandiri menggunakan tali dan ayunan. Mereka juga akan melatih keseimbangan dan koordinasi dengan duduk di mainan beroda yang didorong, menggunakan skuter, atau mengendarai sepeda roda tiga.

Komunikasi, Bermain Peran, dan Pemahaman Awal

Anak Anda akan didorong untuk mulai mengembangkan percakapan, yang seringkali melompat dari satu topik ke topik lainnya. Imajinasi mereka akan semakin berkembang melalui permainan pura-pura yang lebih kompleks, seperti 'menidurkan bayi' atau 'mengendarai mobil ke toko'. Kami juga mengenalkan konsep akademis awal dengan cara yang menyenangkan, seperti mengajak mereka menghitung dalam konteks sehari-hari dan mulai membuat coretan pada gambar mereka untuk mewakili nama mereka.

Pre - Nursery Curriculum

    • Mulai mengembangkan percakapan, yang seringkali melompat dari satu topik ke topik lainnya.

    • Mengucapkan kata-kata dengan banyak suku kata seperti 'pisang' (banana) dan 'komputer'.

    • Mendengarkan cerita sederhana dan memahami apa yang terjadi, dengan bantuan gambar.

    • Mengidentifikasi benda-benda dan sifatnya yang sudah dikenal kepada praktisi/guru ketika dideskripsikan. Misalnya: 'botol minum', 'mobil biru', 'apel yang mengkilap'.

    • Memahami dan melakukan tindakan dari kalimat yang lebih panjang seperti 'buat boneka beruang melompat' atau 'temukan botolmu'.

    • Memahami pertanyaan sederhana tentang 'siapa', 'apa', dan 'di mana' (tetapi umumnya belum memahami 'mengapa').

    • Mulai menunjukkan 'kontrol diri' (effortful control), misalnya menunggu giliran dan menahan dorongan kuat untuk merebut apa yang mereka inginkan atau mendorong jalan mereka ke barisan depan

    • Semakin mampu berbicara tentang emosi mereka dan mengelolanya.

    • Berbicara tentang perasaan mereka dengan cara yang lebih terperinci: "Aku sedih karena..." atau "Aku suka saat...".

    • Membangun persahabatan dengan anak-anak lain.

    • Memperhatikan dan mengajukan pertanyaan tentang perbedaan, seperti warna kulit, jenis rambut, jenis kelamin, kebutuhan khusus dan disabilitas, dan sebagainya.

    • Belajar menggunakan toilet dengan bantuan, dan kemudian secara mandiri.

    • Berputar, berguling, dan secara mandiri menggunakan tali serta ayunan (misalnya, ayunan ban)

    • Duduk di mainan beroda yang didorong, menggunakan skuter, atau mengendarai sepeda roda tiga.

    • Menggunakan keterampilan motorik kasar dan halus untuk melakukan hal-hal secara mandiri, misalnya mengatur kancing dan ritsleting, serta menuangkan minuman.

    • Mulai makan secara mandiri dan belajar cara menggunakan sendok dan garpu

    • Mengembangkan manipulasi dan kontrol gerakan

    • Mengajukan pertanyaan tentang buku yang dibaca, memberikan komentar, dan membagikan ide mereka sendiri.

    • Mengembangkan permainan di seputar cerita favorit menggunakan alat peraga.

    • Memperhatikan beberapa bentuk tulisan atau cetakan, seperti huruf pertama dari nama mereka, nomor bus atau pintu, atau logo yang sudah dikenal.

    • Menambahkan beberapa coretan pada gambar mereka, yang mereka beri makna (Contohnya: "Ini bacanya ibu").

    • Membuat coretan pada gambar mereka untuk mewakili nama mereka

    • Menghitung dalam konteks sehari-hari, terkadang masih melewatkan angka—contohnya '1-2-3-5'.

    • Menyelesaikan teka-teki sisip (inset puzzles).

    • Membandingkan ukuran, berat, dll. menggunakan isyarat dan bahasa - "lebih besar/kecil", "tinggi/rendah", "tinggi", "berat".

    • Memperhatikan pola dan menyusun benda-benda dalam bentuk pola.

    • Mengeksplorasi dan merespons berbagai fenomena alam yang berbeda di lingkungan mereka dan saat karyawisata.

    • Membuat hubungan antara ciri-ciri keluarga mereka dengan keluarga lain.

    • Memperhatikan perbedaan antar orang.

    • Mengeksplorasi cat, menggunakan jari dan bagian tubuh lainnya serta kuas dan alat bantu lainnya.

    • Mengekspresikan ide dan perasaan melalui coretan (making marks), dan terkadang memberikan makna pada coretan yang mereka buat.

    • Menggunakan imajinasi mereka saat memikirkan apa yang dapat mereka lakukan dengan berbagai bahan yang berbeda.

    • Membuat model sederhana yang mengekspresikan ide-ide mereka.